Cara Prediksi Forex Trading Yang Akurat

Dalam setiap investasi apapun, seorang pelaku investasi dituntut untuk melakukan analisa agar bisa memprediksi perkembangan investasi di masa depan. Begitu pula dengan bisnis forex trading. Dalam bisnis ini, seseorang yang hendak terjun ke dalamnya tak hanya perlu mengetahui cara kerja bisnis ini saja. Para pelaku trader forex harus memiliki kemampuan melakukan prediksi forex trading dengan memanfaatkan jenis-jenis analisa yang ada.

Kemampuan melakukan prediksi ini bisa dipelajari dan diasah secara terus menurus. Karena itulah untuk terjun ke dunia forex ini dibutuhkan mental seseorang yang mau terus belajar, bangkit dari kegagalan akibat kesalahan prediksi, dan semangat yang tinggi untuk terus mencoba. Dengan pengalaman yang semakin banyak tentunya seorang trader forex bisa membuat prediksi forex akurat.

Pentingnya prediksi Forex

Pada dasarnya transaksi yang terjadi di pasar valuta asing adalah transaksi buy (pembelian) dan transaksi sell (penjualan). Nah, transaksi buy dan transaksi sell ini bisa dilakukan setiap saat. Sebab pasar forex berjalan terus menerus selama 24 jam. Namun untuk memperoleh keuntungan, seorang trader forex harus melakukan pembelian di saat harga berada dalam posisi yang rendah dengan prediksi harga akan mengalami kenaikan.

Nah, berdasarkan prinsip sederhana tersebut lantas muncul pertanyaan bagaimana seorang trader forex bisa memprediksi bahwa harga akan mengalami kenaikan? Di sinilah letak tantangan terjun ke dalam dunia forex. Para pelaku forex ditantang untuk bisa membuat prediksi forex harian agar bisa melakukan transaksi penjualan atau pembelian pada waktu yang tepat. Dengan prediksi ini pula, pelaku trader forex bisa memperkecil kemungkinan mengalami kerugian yang besar dan membuka peluang untuk meraih keuntungan.

Di dalam dunia forex dikenal ada dua jenis analisa yang sering dipakai untuk melakukan prediksi forex akurat yakni analisa fundamental dan analisa teknikal. Analisa fundamental ini adalah sebuah analisa yang dilakukan dengan melibatkan data fundamental. Data fundamental ini seperti peristiwa politik, peritiwa ekonomi yang penting, kebijakan sosial, kebijakan yang berkaitan dengan sistem keuangan dan berbagai peristiwa yang bisa mempengaruhi keadaan ekonomi suatu negara.

Sedangkan analisa teknikal adalah sebuah analisa yang dilakukan dengan mengamati pola pergerakan harga di waktu yang lalu untuk menghasilkan prediksi forex di masa depan. Seorang trader forex yang sangat mengandalkan jenis analisa teknikal ini biasanya tidak mempertimbangkan keadaan-keadaan yang menyebabkan harga mengalami perubahan. Ia hanya memantau pergerakan harga untuk memperkirakan pergerakan yang akan terjadi selanjutnya. Tentu saja idealnya kedua jenis analisa ini digunakan agar saling melengkapi.

Berkaitan dengan analisa teknikal ini, salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh para pelaku trader forex adalah kemampuan membaca tren. Tren yang secara umum terjadi yakni tren naik, tren sideways atau tren bolak balik, dan tren turun. Selanjutnya untuk mengenali tren ini dibutuhkan indikator. Dalam hal ini indikator yang dipakai adalah indikator sederhana seperti moving average dan trend line.

Trend line biasanya ditarik dari tren high ke tren high, kemudian dari tren low ke tren low. Sedangkan moving average menampilkan petunjuk pergerakan rata-rata dari sejumlah data terakhir sesuai dengan periode data tersebut. Kedua indikator ini, baik indikator trend line maupun indikator moving average, sudah mampu memberi prediksi forex akurat berkaitan dengan tren yang akan terjadi.

Pemilik Modal Sebagai Penguasa Pasar Forex

Meskipun seorang pelaku trader forex telah menguasai penggunaan analisa fundamental dan analisa teknikal, bukan berarti keuntungan akan selalu bisa diperoleh. Seringkali perubahan arah pergerakan pasar forex terjadi secara tiba-tiba tidak sesuai dengan prediksi forex yang dihasilkan dari analisa-analisa tersebut. Akibatnya, banyak pelaku trader forex yang mengalami kerugian. Mengapa hal ini terjadi? keadaan ini tak lain disebabkan adanya kekuatan penjual dan pembeli yang selanjutnya mempengaruhi harga. Jika pembeli memiliki modal yang lebih kuat, maka kenaikan harga akan terjadi. Sebaliknya bila penjual mempunyai modal yang lebih kuat, maka harga akan turun. Prinsip ini sama seperti teori dasar ekonomi mikro.

Pada teori dasar ekonomi mikro, harga dikendalikan oleh penjual jika pasarnya adalah pasar monopoli. Di sisi lain, harga akan ditetapkan oleh pembeli bila pasarnya adalah pasar monopsoni. Sementara itu jika pasar memiliki persaingan yang sempurna, maka harga akan ditentukan oleh mekanisme pasar. Teori dasar ekonomi mikro ini juga berlaku di pasar forex.

Dalam keadaan inilah prediksi forex akurat sekalipun akan dikalahkan oleh para pemilik modal besar yang bisa menggerakkan pasar. Lalu bagaimana nasib para trader forex bermodal kecil? Bagaimana cara mengantisipasi keadaan ini? Dalam keadaan ini seorang trader forex tidak bisa lagi hanya dengan mengandalkan analisa saja. Para trader forex dituntut untuk mengandalkan pengalamannya agar bisa membaca pertanda-pertanda yang terjadi di pasar forex.

Salah satu pertanda yang bisa digunakan untuk prediksi forex harian adalah candlestick. Candlestick adalah grafik yang bentuknya seperti batang lilin. Badan grafik ini memiliki warna tertentu, sedangkan ekor atau shadow grafik terdiri dari upper shadow dan lower shadow. Para trader forex perlu mencermati berbagai bentuk candlestick dilengkapi pula dengan chart pattern. Candlestick adalah salah satu chart yang disediakan di semua platform trading. Candlestick ini menggambarkan kekuatan para penjual dan para pembeli besar yang menggerakkan pasar.

Pada candlestick ini terdapat dua macam tipe candlestick yakni candlestick hitam dan candlestick putih yang masing-masing terdiri dari candlestick panjang dan pendek. Nah, beberapa jenis keadaan candlestick yang perlu diingat untuk prediksi forex antara lain:

  • Candlestick panjang menggambarkan semakin kuatnya tekanan penjualan-pembelian.
  • Candlestick yang berwarna putih menggambarkan harga ditutup dengan nilai yang berada di atas open. Keadaan ini menimbulkan kecenderungan tren meningkat. Keadaan sebaliknya juga akan terjadi.
  • Bila muncul candlestick dengan batang berwarna putih dan lower shadow, maka bentuk ini menggambarkan ketakutan penjual. Sebaliknya, candlestick dengan warna batang yang gelap menggambarkan kekuatan penjual.
  • Jika terjadi spinning tops, maka keadaan ini menunjukkan penjual atau pembeli tidak banyak yang bergerak sehingga cenderung terjadi tren berbalik selama sementara waktu.
  • Bila marubozu muncul pada chart, maka bisa diartikan penjual atau pembeli mendominasi sehingga cenderung terjadi tren yang kuat.
  • Jika muncul lower shadow yang panjang, maka keadaan ini menggambarkan penjual pada awalnya mendominasi. Tetapi pembeli bisa menjaga keseimbangan sehingga harga pun berbalik arah. Sebaliknya, upper shadow menggambarkan pembeli awalnya mendominasi, lalu penjual mengimbangi sehingga harga bisa dikendalikan.

Pengetahuan mengenai candlestick ini bisa digunakan untuk melengkapi prediksi forex hari ini dan sekaligus mengantisipasi pergerakan pasar yang tidak sesuai dengan analisa-analisa yang dilakukan. Tentu saja macam-macam bentuk candlestick yang muncul masih sangat banyak. Karena itu seorang trader forex perlu mempelajari dan mencermati chart ini untuk mengamati kecenderungan yang terjadi.

Referensi : http://www.analisaforex.comWeb Penyedia Layanan Analisa dan Prediksi Forex Trading Harian.

Leave a Reply


Broker Forex Terbaik Indonesia located at , , . Reviewed by 31 customers rated: 9.7 / 10